Dilema

Horeee…akhirnya berhasil juga masuk ke blog ini lagi. Eh bukan karena sebelumnya di-hack atau apalah apalah ya, tapi saya lupa password nya #huhu maafkan, padahal udah tau pelupa tapi bikin password kok beda-beda

Dilema sebenarnya sama blog ini, tujuh taon lalu saat pertama kali bikin postingan disini, kepengen nya bener-bener me-record apa saja yang saya lakukan terkait perjuangan mendapatkan buah hati, makanya dikasih nama ‘bundawannabe’.
Nah sekarang saat sudah jadi bunda dari 2 orang putri cantik, saya jadi ragu-ragu, masih perlu kah diceritakan bagaimana pengalaman saya menjadi bunda DI BLOG INI?

Rasanya jadi kurang sesuai ya sama judul blog nya, dan entah kenapa-sebagai yang pernah merasakan jatuh bangun nya jadi pejuang momongan, saya ngerasa nggak enak aja ‘pamer kemesraan’ sama anak-anak di blog ini, dimana 99% pembaca yang terdampar di blog ini dari tautan google karena searching informasi tentang program kehamilan.

Oke … Jadi kesimpulannya nggak perlu kan ya nulis suka-duka jadi bunda di blog ini? Continue reading

[EVENT] Ngobrol-ngobrol cantik tentang infertilitas dan program hamil

Haloo bunda-bunda cantiiiiik ….

Ada yang galau kenapa belum hamil-hamil juga?

Atau penasaran pengen tau apa aja sih masalah ketidaksuburan?

Trus mau ikut program hamil tapi bingung bagaimana memulainya, apa saja yang harus disiapkan de-el-el ….

Yuuuuk semuanya … ikutan ngobrol-ngobrol santai bersama para penulis buku best seller: Jangan Menyerah Bunda (Anies Anggara | Dessy | Ayik) dan dokter SpoG ngetop yang ahli dibidang fertilitas (dr. Irham Suhaemi, SpoG dari RS. Bunda dan Klinik Morula IVF Jakarta)

Catet waktunya ya: Continue reading

Alhamdulillah ‘kebobolan’ …

Alhamdulillah… Dikasi rezeki lagi. Jadi ceritanya, tahun ini Aira akan punya adik, Insyallah. Saya istilahkan ‘kebobolan’ karena ini sama sekali tidak direncanakan.

Sebenarnya saya belum berniat untuk menambah momongan dalam waktu dekat. Alasannya terutama karena saya ingin fokus ke Aira dan tumbuh kembangnya. Setidaknya saya ingin memberikan hak Aira mendapat ASI minimal 2 tahun.

Alasan lain karena saya sendiri merasa belum siap. Saya masih trauma dengan Pre-Eklampsia, masih sering terbayang-bayang sosok bayi mungil dengan badan penuh selang dan kabel, hiks 😦

Meski begitu … saya juga belum ikut kontrasepsi apapun, bahkan sekedar googling atau mencari infopun belum saya lakukan. Nah lo … kontradiktif kan? Tapi bisa dimaklumi lah ya …  Setelah kami jatuh bangun saat program hamil, rasanya ga kepikir untuk ‘menghalangi’ dengan ber-KB apapun. Continue reading

[Sharing] Merawat Bayi Prematur – Bagian 2 (saat di rumah)

Setelah deg-degan berulang kali di bagian 1, ternyata ada bagian lebih menyeramkan di bagian kedua ini. Saat Aira dirumah sakit, kalo terjadi sesuatu yang urgent, masih ada suster dan dokter yang sigap, dan lingkungan rumah sakit juga pastinya cepat tanggap.

Nah kalo udah di rumah dan ada apa-apa gimana? Saya harus bagaimana? Kalopun harus bawa Aira segera ke rumah sakit, masih perlu waktu 15 menit mencapai rumah sakit terdekat dari rumah. Itu kalo bundanya lagi ‘pinter’, lah kalo bundanya lagi ‘oon’ bengong aja gimana? Huhuhu … Continue reading

[Sharing] Merawat Bayi Prematur – Bagian 1 (saat di rumah sakit)

Saat Aira terlahir prematur, saya sebenarnya sangat-sangat tidak siap apa yang harus saya lakukan untuk bayi prematur mungil saya. Bisa ditebak kemudian kemana saya harus bertanya? Yup, yang paling mudah adalah G.O.O.G.L.E.

Sayangnya kebanyakan yang muncul dari hasil googling (berbahasa Indonesia) sungguh ‘menyeramkan’. Begitu banyak kelainan yang mungkin timbul, begitu banyak syarat & ketentuan yang harus diperhatikan dalam merawat bayi prematur. Seolah bayi prematur sedemikian ringkihnya. Dan tentu saja semua hal tersebut menakutkan saya sebagai ibu baru 😦

Kenyataannya…merawat bayi prematur tidaklah sesulit yang dibayangkan (tapi saya juga nggak bilang mudah loh). Intinya postingan kali ini saya pengen memberikan sharing berimbang bagaimana saya menjalani hari-hari merawat bayi mungil yang saat ini sudah beranjak gadis (halah baru juga 19bulan Aira nya bun, hehehe). Continue reading

Sewa Inkubator GRATIS…

Time flies, tidak terasa sebentar lagi Aira akan berumur setahun yeiii… *buat yang mau ngasih birthday gift untuk Aira silakan ya xixixixi… Dan di tengah tengah ke(sok)sibukan saya menyiapkan “pernak pernik ultah nya” (sengaja dikasi tanda kutip karena bukan bener bener ada perayaan ultah ya), saya teringat kembali kesibukan yang hampir sama dalam rangka menyambut baby Aira pulang ke rumah. Bukan penyambutan semacam menghias kamar, mencari box bayi, boneka, balon warna warni dsb… Tetapi kami sibuk hunting inkubator.

Sejak berumur 2 minggu dan kondisi Aira dinyatakan stabil, sebenernya kami sudah pengen banget membawa Aira pulang ke rumah, sudah mengumpulkan  aneka jurnal pendukung serta diskusi panjang lebar dengan saudara yang bidan, tinggal mencari inkubator karena kami khawatir Aira mengalami hipotermia. Meskipun tetap saja kami baru bisa membawa Aira pulang setelah 32 hari, setelah berat badannya mencapai 1.8 kg.  Tapi toh pencarian inkubator terus berlanjut. Kami menyambangi pasar pramuka yang katanya terlengkap untuk alat alat kesehatan. Memang banyak segala rupa inkubator disana, sayang nya duit enggak bohong hehehe… Yang harga 1-2 juta sih ada, tapi yang kami taksir harga nya diatas 5 juta semua,  huhuhu… Rasanya sayang aja  kalo dah beli mahal mahal padahal masa pake nya hanya sebentar *apalagi waktu itu masih bingung mikir biaya nebus Aira dari rumah sakit Continue reading