Alhamdulillah ‘kebobolan’ …

Alhamdulillah… Dikasi rezeki lagi. Jadi ceritanya, tahun ini Aira akan punya adik, Insyallah. Saya istilahkan ‘kebobolan’ karena ini sama sekali tidak direncanakan.

Sebenarnya saya belum berniat untuk menambah momongan dalam waktu dekat. Alasannya terutama karena saya ingin fokus ke Aira dan tumbuh kembangnya. Setidaknya saya ingin memberikan hak Aira mendapat ASI minimal 2 tahun.

Alasan lain karena saya sendiri merasa belum siap. Saya masih trauma dengan Pre-Eklampsia, masih sering terbayang-bayang sosok bayi mungil dengan badan penuh selang dan kabel, hiks😦

Meski begitu … saya juga belum ikut kontrasepsi apapun, bahkan sekedar googling atau mencari infopun belum saya lakukan. Nah lo … kontradiktif kan? Tapi bisa dimaklumi lah ya …  Setelah kami jatuh bangun saat program hamil, rasanya ga kepikir untuk ‘menghalangi’ dengan ber-KB apapun.

Lagipula saya baru mendapatkan mens pertama hampir setahun setelah melahirkan Aira, yang saya yakini karena efek menyusui-dan ini normal. Rasanya baru 3-4x mens, loh kok lama nggak mens lagi ya? Awalnya saya kira hal ini -lagi lagi- karena efek menyusui mens jadi nggak teratur. Tapi kok ditunggu-tunggu sampai bulan Oktober 2013 habis, saya tidak kunjung mens juga ya? Masak telaat lama banget? Jangan-jangan…

Yup … saya testpack dan jelas banget hasilnya, dua garis, Alhamdulillah…

Begitu hasil testpack positif, saya hanya kepikir satu hal: segera ke dokter Fetomaternal (ini dokter spesialis kebidanan dan kandungan juga, tapi memiliki keahlian subspesialis Fetomaternal untuk kehamilan beresiko tinggi).

Dari hasil googling, saya berniat untuk ke dokter Noroyono Wibowo – RS Bunda Menteng. Sayangnya pada saat kesana, saya dapet nomer antrian (lupa nomer berapa). Tapi bila diasumsikan dokter mulai praktek pukul 17.00, satu pasien 15 menit, maka saya dapat giliran masuk pada pukul 22.00. Uwwwooooow … rame beut emang pasiennya. Dan karena sampai pukul 18.00 belum ada tanda-tanda dokternya datang, kami memutuskan untuk pulang saja (karena saat itu saya bawa Aira juga, kasian nunggu kelamaan).

Berikutnya saya kembali ke dokter kesayangan saja, dr. Irham Suhaemi.

Kata dokter kesayangan saya, dr. Irham Suhaemi, buku Jangan Menyerah Bunda keren loh

Kata dokter kesayangan saya, dr. Irham Suhaemi, buku Jangan Menyerah Bunda keren. Jadi buat yang belum punya, ayo segera beli *ceritanya sambil promosi ini xixixi …

Sengaja memilih kontrol di hari kerja biar bisa cuss sendirian. Mendingan kabur dari kantor daripada weekend ninggalin Aira, atau kalopun Airanya diajak juga kasian kelamaan nungguin.

Alhamdulillah sepertinya beneran hamil, meskipun belum tampak janin ataupun detak jantung. Umur kehamilan saat itu mungkin sekitar 8w. Kenapa mungkin? Karena saya benar-benar nggak inget kapan mens terakhir *dudulz

Kalo boleh flashback, kehamilan pertama saya dulu saat 8w juga belum keliatan janin dan detak jantung, yang berakhir kuretase pada 10w karena Blighted Ovum (BO). Sedangkan saat hamil Aira, 6w4d sudah keliatan ukuran janin 0.68cm dan detak jantung pun sudah terdengar jelas. Tapi masa deg-degan menunggu kepastian seperti itu rasanya sudah lewat. Saya lebih concern untuk memastikan bahwa kehamilan kali ini tidak akan terulang kasus Pre-Eklampsia. Juga memastikan bahwa tetap aman bagi saya untuk terus menyusui Aira.

Dua minggu kemudian saya kembali ke dr. Irham. Alhamdulillah kali ini sudah keliatan janin dan detak jantungnya. Kehamilan saya normal, dokter juga mengizinkan saya tetap menyusui. Untuk mencegah pre-eklampsia, saya diberikan resep antioksidan.

Saat UK 12w saya memutuskan kembali mendatangi dokter Fetomaternal. Kali ini pilihan saya jatuh ke dr. Yuditia Purwosunu. Saya datang ke klinik Fetomaternal, jl. Kimia, lokasinya dekat dengan RSCM. Disini enak nggak terlalu rame, karena ternyata periksa ke dokter fetomaternal itu nggak cukup 10-15 menit. Saya cukup lama diperiksa, sampe sejam lebih deh baru keluar dari ruang konsultasi. Meriksanya juga detaaaiiiiiil banget. Intinya Insyallah kehamilan kali ini tidak beresiko Pre-Eklampsia atau resikonya kecil.

Sayangnya pada saat di-USG itu kata dokter banyak kontraksi. Dokter khawatir tetap bisa lahir prematur disekitar UK36w karena kontraksi dini. “Oh tidaaaak dokter, tolong bantu saya, lakukan apa saja agar saya bisa lahiran cukup bulan, setidaknya 37w.”

Kontraksi tsb bisa jadi disebabkan oleh infeksi virus sehingga dokter memberikan resep antivirus. Ehh sepertinya ada yang belum saya ceritakan ke dokter Yudit kalo saya masih aktif menyusui, mungkinkah ini berhubungan? Kata dokter bisa jadi sih. Jadi kalo bisa saya mulai stop menyusui. Resep antivirus nggak usah ditebus dulu gak papa, sambil liat bagaimana progress bulan depan saat sudah tidak menyusui.

Saat UK 16w, saya kontrol ke dr. Irham lagi. Alhamdulillah dedek bayi normal dan sehat. Hanya saja setelah ketemu dokter feto, saya kok jadi berasa gimana gitu ya sama dr. Irham. Rasa-rasanya kok jadi kurang detail meriksanya, setidaknya bila dibandingkan dengan dr. Yudit.

Saat usia kehamilan 20w saya coba ke dokter Yudit lagi (emang udah niat sih kontrolnya diselang-seling begini). Sekali lagi beliau memprediksi bahwa kemungkinan terulang pre-eklampsia hampir tidak ada atau resikonya kecil. Dan sayapun mengingatkan lagi, bahwa kehamilan sebelumnya saat masih 20w, saya juga baik-baik saja. Trus tiba-tiba aja itu tensi naik di 32w dan harus diterminasi di 34w.

Kata dokter, “nggak ada yang tiba-tiba ibu, waktu itu belum aware aja kalee. Tapi tanda-tandanya harusnya sudah terlihat sejak awal.”

Hemmm … iya juga sih. Setelah mengingat-ingat, setidaknya ini beberapa perbedaan yang saya temukan:

1. Kalo liat buku medical record saya, saat hamil Aira 20w berat badan saya sudah 58 kg (naik 8 kilo) sedangkan sekarang 53 kg (naik 3kg saja). Waktu itu nggak curiga karena siapapun bilang kalo hamil dan BB naik itu normal.

2. Trus liat history foto-foto narsis saya *hihihi. Setelah 20w, kaki, tangan, dan muka saya mulai terlihat bengkak. Tapi lagi-lagi hal tersebut dianggap wajar karena saya tipe yang kalo gemuk pasti pipi jadi ‘mbem. Lagipula ibu hamil lain banyak yang bengkak, tapi normal aja tuh.

3. Kemudian pandangan sering kabur. Dulu juga nggak terlalu saya rasakan karena nggak mengganggu aktifitas. Saya anggap hal tersebut karena efek mata saya yang mulai minus.

4. Begitu pula record tensi saya yang ternyata perlahan-lahan mulai naik dari 100-100-110-120 (meskipun dibawah 140 tetap dianggap normal ya). Tapi yang sekarang ternyata tensi saya stabil dari awal sampai 22w di 100/70

Oh ya kontraksi yang sempat dikuatirkan juga sudah tidak ada. Semua sehat dan normal, Alhamdulillah ….

Kontrol kali ini kebetulan saya juga bawa Aira, sambil menceritakan kelainan bawaan craniosynostosis-nya. Meskipun kami jelaskan bahwa kelainan Aira baru kami curigai di umurnya yang 2 bulan (karena saat lahir hasil USG kepalanya tampak normal). Dokter tetap berpendapat bahwa tidak ada penyakit yang tiba-tiba. Seharusnya pergerakan menutupnya tulang coronal suture Aira sudah dimulai sejak di dalam kandungan. Hanya mungkin saat itu tidak dipantau kearah sana.

Kalau boleh berandai-andai, seandainya pun saat itu ketauan sejak di kandungan, kira-kira apa yang bisa kami lakukan? Menurut dokter Yudit, setidaknya bisa ditelusuri penyebabnya dan diberikan treatment yang tujuannya mencegah atau -setidaknya menghambat agar tidak menutup terlalu cepat banget.

Oh well … sebenarnya sejak awal datang ke dokter Yudit ini saya sudah ‘jatuh cinta’ dengan kemampuan beliau sih. Buat saya yang tipe amat sangat milih-milih dokter, dokter Yudit ini mencuri hati saya sejak pandangan eh konsultasi pertama. Dan itu belum pernah saya alami dengan dokter spog-spog saya sebelumnya.

Kalo kata suami, “ya beda atuh Bunda… Dulu semua dokter spog Bunda subspesialisnya infertilitas, yang kali ini kan fetomaternal. Ya wajar kalo kemampuannya beda.” Ahhh coba Ayah liat sendiri deh kalo Ayah udah ketemu dokter Yudit, hehehe …

Dan apa kesan si Ayah saat kemarin nemenin kontrol ke dokter Yudit? “Kayaknya basis ilmunya itu dokter ilmu dukun deh.”  Hahaha Pinter beuuuut kan si dokter …. Eh tapi kata si Ayah, itu dokter kalo ngomong kayak orang kumur-kumur,  yang bisa denger omongannya cuma Bunda karena pas di depannya. Si Ayah yang berdiri membelakangi gak bisa mendengar jelas, dan ga bisa nebak karena nggak liat kecumik-kecumik mulutnya. Hahaha *piss ya dokter Yudit, andai dirimu baca postingan ini

Jadi dilema berikutnya adalah memilih dokter. Apa saya tetap ke dokter Irham, atau pindah ke dokter Yudit? Atau kombinasi aja seperti sekarang, bulan ini ke dr. Irham, bulan depannya ke dr. Yudit, dst. Tapi kalo seperti itu, ntar lahirannya sama dokter siapa dong? Dokter Yudit meriksanya jauuuh lebih detil sih, sayangnya beliau praktek di rumah sakit yang jauh dari rumah saya, yaitu di RS. Mitra Keluarga Kelapa Gading dan RS. Hermina Bekasi. Eh yang deket ada RS. Sam Marie di kebayoran baru (kontrol kemarin itu disini), sayangnya rumah sakit ini tidak bekerja sama dengan asuransi apapun. Entar lahiran ribet nggak ya kalo harus reimburse ke kantor? Kan kita lagi cuti, males ngurus-ngurus ke kantor.

Kalau ada bunda-bunda lain yang pernah lahiran sama dr. Yuditia Purwosunu, tolong kasih testimoninya donk. Atau yang pernah lahiran di RS. Sam Marie dan RS. Mitra Keluarga Kelapa Gading, gimana kesan-kesan lahiran dirumah sakit tsb? Kalo Hermin* grup sih udah pasti saya coret dari daftar rumah sakit idaman saya *nggak usah nanya kenapanya ya hehehe

Aira, sebentar lagi jadi kakak loh.

Aira, sebentar lagi jadi kakak loh.

61 thoughts on “Alhamdulillah ‘kebobolan’ …

  1. Adoratzity says:

    Hai bunda Ayik. Salam kenal. Selamat ya bunda dapat tambahan satu rejeki lagi. Semoga menular ke saya. Terimakasih kemaren2 sudah berkunjung adoratzitys. Senang dikunjungi sama penulis yang bukunya saya baca. Belinya pas lagi down banget. Tapi sesudah dibaca, jadi merasa usaha saya belum seberapa dibanding perempuan-perempuan tabah yang berjuang di buku itu. Jadi tambah semangatnya karena buku itu. Gpp d telat dengan giveawaynya yang penting sumbangan semangat yang saya dapat di buku itu. Terima kasih,

    • Ayk says:

      Adoratzity, makasih ya. Ayo…ayo semangat bunda.
      Btw saya sudah imel ke yahoonya ya soal dress busui friendly *ahh senengnya bisa nambah temen

  2. evie says:

    Congrat ya mba ayk, alhamdulilah setelah perjuangan panjang dapetin aira sekarang dapetin dede’y gampang bgt. Mudah”an nular ya

  3. evie says:

    Congrat ya mba ayk, alhamdulilah setelah perjuangan panjang dapetin aira sekarang dapetin dede’y gampang bgt. Mudah”an bunda n baby’y sehat trus sampe lahiran n mudah”an cpet” nular ke aku😀

  4. Bonnita says:

    selamat ya ayik! senangnya… aku juga pas hamil kedua gak direncanakan dan proses kehamilan kelahiran sampai pas anaknya lahir jauh lebih santai dibanding anak pertama, mungkin karena akunya udah lebih pede juga ya?
    salam buat kakak aira🙂 jadi ce atau co nih dedenya?
    btw dr irham ganteng ya hahaha…

    • Ayk says:

      Halo mom, salam balik dari Aira buat si cantik Faith dan si ganteng Daniel ya…
      Adeknya Aira apa ya…mau tau aja atau mau tau banget *apaseh hehehe…

      Eh dr. Irham ganteng ya? Pasti ge-er nih beliau dipuji begitu hihihi…

  5. saras says:

    wow Alhamdulillah Selamat ya bunda…….aku ngikutin terus loh cerita “perjuangan”nya Bunda dari Aira belum Lahir sampai Aira sudah secantik sekarang….semoga sehat selalu ya bunda…… (remeber me kan yg ngeprint dari awal mpe aira lahir crita2 Bunda dimarih)…..

  6. lita says:

    hi mom, pengalaman mu hampir sama dengan pengalaman aku yg akhirnya memutuskan utk pindah ke lain hati “eh” kelain dokter a.k.a dr. yuditya semenjak minggu ke 28 (padahal awalnya aku udah konsul ke dokter spesialis feto juga krn kehamilan ke-3 ku ini diusia 38th)… awalnya aku konsul ke dokter yudit krn dokterku yg pertama ga praktek eh… keterusan sampe lahir jg dengan beliau. ternyata sama2 dokter feto aja analisanya beda. sejak konsul pertama dgn dr.yuditya dia warning kl aku ada kemungkinan kena pre-klamsia dan doi heran kok dokter ku yg pertama ga warning apa2. jadinya setelah itu aku dalam pengawasan ketat, kontrol setiap 2 minggu berusaha mempertahankan kehamilanku semaksimal mungkin. finally diminggu ke 34-35 tgl 15 Des 2013, pas lg kontrol rutin diputuskan kl aku operasi saat itu jg krn kondisi kehamilanku semakin mengkhawatirkan dan aku kena PEB (high blood tension, CRP +, Protein +). alhamdullillah semua lancar baby lahir dengan berat 2,2 kg sesuai dgn perhitungan beliau (keren yah), selama operasi dr yudit very full supported. malah aku sempat minta tolong dia utk ambil tali pusat baby-ku. luka operasi tidak terasa sakit, saya hanya dirawat 4 hr, dan selama perawatan, dr. yudit tiap hari visit, mendengarkan keluhan kita apa. pokoknya kita dibuat senyaman mungkin… dia juga sempat minta maaf krn baby ku msh harus di rs krn prematur dan ga bisa pulang sama-sama, hebatnya tiap hari dia juga nyempetin nengok bayi aku lho sampai babyku pulang ke rumah (17 hari di ruang perina). pokoknya aku menjalani kehamilan dan kelahiranku dgn beliau berasa tenang dan nyaman (hihihi… jgn ge er yg dokter yuditya kl baca tulisan ini). Skr baby ku ‘zaidan’ sudah 6.5 kg, sehat wal afiat.. minum ASI full 2 bulanan, masuk bulan ke-3 campur dgn formula krn asinya ga cukup banyak… jadi semoga lancar semua ya mbak..

    • Ayk says:

      Mom Lita, makasih…makasih banget testimoni dr. Yudit nya. Dan yup…sayapun akhirnya memutuskan pindah ke lain hati, dengan alasan yang kurang lebih sama dengan yang mom Lita sampaikan diatas. Insyallah nanti lahiran juga mau sama dr. Yudit aja.
      Kalo boleh tau lahiran di rumah sakit mana ya? Karena meskipun sudah memilih dokter yudit, tapi saya belum memilih nanti lahiran di rumah sakit mana?

      • lita says:

        Mom, aku lahiran di RS Hermina Bekasi, krn kebetulan rumah aku deket banget dr RS Hermina dan jadwal prakter dr. yuditiya ada di hari rabu, jum’at, (3-6), sabtu (8-12) dan minggu (8-12 minggu ke 1-3). hahaha.. sampe apal. nah kebetulan juga jadwal prakteknya doi pas ama jadwal aku, yg punya waktunya after office hour/weekend…. so, selamat menunggu kelahiran ya bunda… jangan bandel kayak aku yg tetep kerja walau dr.yudit sudah suruh aku cuti kerja.. dan akhirnya kelahiranku dipercepat deh (dia bisa tahu lho kl kita ga nurut saran dia hihihihi…)

    • yayu rushme says:

      bunda lita boleh tau gak waktu kejadian kmrn itu ken aby brp ya semuanya dari konsul sampai dede bayinya di rawat karena prematur,butuh bgt infonya soalnya aku hamil pertama kena preklamsi jadi untuk hamil kedua buat jaga-jaga bund

      thanks

      • Lita says:

        bunda yayu, waktu kejadian sama di claim PEB (Pre Eklampsi Berat) pada saat masuk minggu ke 20. Tensi saya 170 dan hasil lab urine +2 Proteinnya. Dr Yudit langsung ambil tindakan, saya di rawat inap utk menstabilkan darah saya dan memberikan obat kepada calon bayi utk proses pematangan paru dan otaknya. Saya dirawat 2 hari, full infus (dengan berbagai macam jenis obat dan infusan). Setelah dirawat itu, saya jg wajib kontrol dengan dokter spesialis dalam utk kontrol tekanan darah dan DMG saya (dgn obat dan suntikan insulin). Jd saya tiap hari (3x sehari) tensi darah dgn tensimeter digital dan suntik insulin di bagian perut saya. Saya juga diminta utk mulai cuti sama dr Yudit, tp dasar bandel sy msh terus kerja hehehe… Saya msh rutin kontrol sampai masuk minggu ke 34 tiap 2 minggu (cm dr yudit pesan kl ada yg dirasa aneh hrs cepat2 ke rs), cm pas saya pulang kerja hari jumat tgl 13 Des’13, saya merasa gerakan bayi mulai drastis berkurang, tp msh ada gerakan setiap saya ajak komunikasi dedenya. Hari sabtu malam saya masih nonton dan makan malam sama anak2 dan suami, pulang nonton saya hitung gerakan dede makin sedikit sampe saya susah tidur krn kepikiran yg aneh2. Tadinya suami mau bawa sy ke RS tp saya bilang besok minggu aja krn dr yudit praktek. Hari minggu jam 7.30 saya sudah di RS dan jd pasien no.1, pas diperiksa dr yudit kaget krn air ketuban menyusut dan hasil lab saya +2 lagi proteinnya. Setelah dihitung dan dianalisa diputuskanlah utk operasi jam 1 siang. Alhamdulillah dede lahir dengan selamat berat 2,2 kg, panjang 44cm di usia 34 w 5 days. Langsung masuk ruang perina bayi dan saya masuk ICU krn tensi saya setelah operasi jump ke 220. Sy di ICU 1,5 hr dan pindah ke kamar biasa (3 hr kemudian sy boleh pulang). Dede bayi di ruang perina diinfus dan diberi oksigen, serta selalu disinar UV dan sempet mengalami kuning. Sy rutin ke rs utk kasih ASI dan jenguk. Akhirnya setelah 17 hari, dede bayi boleh pulang. Utk biaya kelahiran sy sendiri habis di 35jt, dan perawatan bayinya di perina +/- 28jt. Alhamdulillah, semua dicover kantor dan dede bayi normal skr sdh 15 bln. Cm saya msh on off tekanan darahnya… semoga kehamilannya lancar ya bun…

  7. saras says:

    Mom Aira…..aku bisa dapat bukunya yg bagus itu dimana? coz eikeh cari di gramed susah juga yak… btw… skrg ini aku lg ke dr. Irham loh bund…. mo program insem ….doakan ya…..bole minta pin ga bund? kiss basah buat si cantik yaaa….. muaahh

  8. saras says:

    Bund… aku baca profile Dr Yudit..kelahiran tahun 1975 tp pinter banget yak keren euy……. boljug tuh untuk referensi ya……hehehe

  9. saras says:

    bunda…. dirikuh dah daptar yak…. keterima pan??? ga sabar nih pengen ketemu… btw aku selasa besok jadwal kencan lage sm dr. Irham doakan ya bund… dag dig dug der… secara tgl 26 apr eikeh ultah…. semoga proses insem ini berhasil dan menjadi kado terindahhhhh…….. Aamiin…..

  10. saras says:

    yupzzzz…udin daptar…. udin bayar juga….. cepek coz sm temenku ya….. nanti sore aku mo kencan dulu sm om dokter ya bund….. Aamiin….. smg cmunguddddzzz slalluh……..

  11. mila says:

    mb ayik,,,selamaaaat,,,, ikut sng ni,,, mb maaf bgt mo tanya mb ayik skrg usianya brp?
    aku msh brjuang melawan pco ni😦 blm dikasih mo2ngan, dh 32th,,kejar2an sm wkt😀

    • Ayk says:

      Mbak mila, hahaha pertanyaan sensitif ini … di side bar kanan “about me” itu aja udah ga saya update info umur saya🙂
      Tahun ini saya 23 eh 32 tahun. Tetap semangat ya mbak, mudah2an segera diberi momongan *tiup tiup baby dust biar ketularan hamil

  12. putriphita says:

    Mbaa..salam kenal yaa..semoga kehamilannya lancar dan sehat..

    Aku sempet hamil 6 minggu smpe akhirnya keguguran ditanganin sama dokter Yudit. Dia detail banget meriksanya, auranya positif dan tenang sekalii..Nyemangatin pula pas kemaren pasca keguguran..Pokoknya ngefans laah sama di dokter, ganteng pula *eh :p

    • Ayk says:

      Halo mbak Putri, nanti kalo hamil lagi (mudah2an segera ya) bakal balik ke dokter Yudit lagi donk. Padahal pertama ketemu dr. Yudit heran sama yg kasi testimoni dokter Yudit ganteng, eh lama-lama kok ya saya setuju kalo dr Yudit ganteng *eh lagi :p

  13. Sari says:

    haii salam kenal . . .
    aku juga pindah ke dr. yudit pas 28w, karna dokter sebelumnya bilang kalo baby aku melintang lah, gak bisa lahir normal lah, ini, itu, nakutin pokoknya. Tapi pas aku cek ke dr. yudit, sekalian USG 4d, dia mriksa aku 40 menit, dan dia bilang kalo baby aku baik2 aja dan “almost perfect”, hihihi inget banget aku kata2 dia ini, pas aku tanya apa aku bisa lahir normal, dia sangat mengiyakan sekali, kata dia hb aku rendah, jadi kalo sesar resiko terjadi pendarahan lebih besar.

    Due date aku waktu itu pas banget sama rencana dia mau ke Aussie untuk masalah penelitiannya dan skalian mau mriksain anaknya, aku sampe dititipin ke temennya, ke dr. yudianto di RS hermina bekasi juga, dia ajak aku masuk ke ruangan dr. yudianto dan menjelaskan kasus aku yang hb nya rendah.

    Ehhh ternyata aku lahirnya lewat dari due date (emank kayanya skalian nunggu dr. yudit pulang deh, biar lahiran sama dr. yudit aja hehehehe), aku lahir di 41w3d, dan normal pula, dia nungguin aku mules alami tanpa induksi sama sekali. Sampe sekarang pun aku masih suka watsappan sama dia, dan dia pasti bales, kalo bales lama pun pasti dia selalu ada alesannya kaya “maaf yah baru dibalas, tadi saya lagi ngajar”

    fyi, dr. yudit itu dosen juga loh di kedokteran UI, jadi udah pasti pinter banget, coba aja kalo search di google pake keyword “yuditiya purwosunu” isinya pasti penghargaan dan penelitian semua, udah ganteng, baik, pinter lagi, hihihi

    istrinya dia dokter kandungan juga loh, spesialis fertilitas.

    Jadi gak salah deh mbak milih dokter yudit. semoga kehamilannya dan persalinannya lancar yah mbak. Salam buat dr. yudit yahhh😀

    • Ayk says:

      Halo mom Sari, saya baca komen ini pas udh melahirkan sih. Tapi memang bener ga salah milih dokter Yudit. Terharu banget saat lahiran kmrn, dokter yudit bela-belain dateng jam 3 pagi, naik motor pula biar cepet sampai katanya. TeOoPe BeGeTe.. Sepuluh jempol buat dokter Yudit *pinjem jempol semua fans dokter Yudit

  14. mila says:

    mb ayk,,,,kita seumuran doooong hahaaa,,, tp bedanya mb dah dpt bonus 2 ya😉
    Amiiiiiiiiin Ya Rabb smoga do’a mb ayk didengar Alloh,,smoga thn ini aku segera dpt hamil, amin🙂

  15. Sisca says:

    Nambah lagi satu FBY ni eh nambah dua orang denk soalnya suami juga ikutan ngefans denk hehehe

    Aku juga pasien insem dr Irham. Mutusin pindah ke dr Yudit karena nyari RS deket rumah aja. Ternyata baca reviewan Ayk ama di forum fd tentang reviewan dr Yudit.

    Puas banget sama dr Yudit. Pro normal, pro IMD, pro ASI, bisa tanya2 lewat WA. Yg ga kalah penting kita ga perlu kontrol sering2 loh ma beliau. Waktu TM3 akhir, temen2 udah disuruh seminggu sekali, aku masih kontrol sebulan sekali. Yang bikin salut, beliau tetep follow up kondisi kita ya, waktu baby ga ada gerakan besoknya beliau WA nanya gimana gerakan babynya. Pas abis pulang dr RS, beliau juga WA nanya gimana masih nyeri ngga terus gimana ASInya.

    Aku lahiran tanggal 2 Okt kemaren krn ketubannya udah berkurang jadinya diinduksi. Ternyata setelah dikasih obat induksi 2x, baby di CTG denyut jantungnya ga stabil, langsung diputusin c sec.

    Langsung diganti baju operasi kan, trs dr Yudit dateng, beliau cek bukaan ternyata udah lengkap. Langsung disuruh ngeden. Puji Tuhan akhirnya bisa normal juga padahal dah sempet nyerah ama kontraksinya.

    Suami pesen nanti kalo hamil lagi, dokternya sama dr Yudit aja ya katanya.

  16. Ayk says:

    Waaaahhh asik mbak Sisca masuk barisan FBY juga ya. Eh iya itu tentang nggak perlu sering-sering kontrol betul tuh. Enak ya jatuhnya lebih irit kita, TM3 kontrol sebulan sekali tapi semuanya tetap well controlled🙂

  17. fytrie says:

    Hallo Hallo.. aku jg salah satu pasien dok Yudith loh di RS SamMarie Basuki Rahmat, emang beneran dok Yudith tuh OKE bingitz, sabar, enak ngasih penjelasannya, komunikatif WA n ga pernah nakut nakutin pasien, jd bawaannya tenaaaaang bgt, Alhamdulillah kehamilan kedua ini dah masuk 34W, dari awal tau hamil sengaja cari dok Feto cz kehamilan yg pertama Preklamsi & harus dilahirkan di 31W cm babyku dipanggil Allah di usia 37hari, jd ikhtiar lebih dikehamilan sekarang n pas baca postingan Mama Aira n membuktikan dgn datengin dok Yudith bener bener langsung kepincut..hehe makasi infonya, jangan lupa share info lainya n saling mendoakan ya Mama Aira..

  18. Exitas Salmon says:

    Aku jg lahiran sm dokter yudith di hermina bekasi.. aku vbac dgn jarak kelahiran 16bln.. awalnya ga ada dokter yg bs mastiin klo aku bisa melahirkan secara normal, karena anak pertamaku kmrn lahiran sc, apalg dgn jarak kelahiran yg dekat.. tp wkt control pertama sm dokter yudith (rekomendasi dr temen jg), dr yudith lgsg bilang BISA, KITA LAHIRAN NORMAL YAHHH.. cihuuuyyyyy.. aq pun lgsg klepek2 dengar kata2 itu.. dan akhirnya smp wkt lahiran, aq bnr2 bs lahiran scr normal..🙂

  19. yayu says:

    bunda lita ; makasih ya bun informasinya,aku sabtu kemarin udh ketemu sama dr yudit dan hasilnya aku bisa kena preklamsi lagi .. makasih bun infonya untuk kisaran biayanya … fantastis juga ya bund kalo gk di cover kantor lumayan bikin meringis hehhehhee

  20. Eka Pratiwi says:

    Hallo bunda bunda..
    setelah denger review bunda bunda ttg dokter yudith,,gk sabar pengen ketemu dokter itu. tahun kmrn aq baru saja melahirka cs dikarenakan di usia kehamila 26 minggu secara tiba tiba terkena preklamsia secara tdk terdeteksi, sampai akhirnya baby saya meninggal setelah 1 hari dy lahir. sampai skrg saya masih trauma kejadia tersebut, tapi gk menutup kemungkinan apabila dikasih karunia keturunan lagi sama allah bakalan dijaga.

    mau tanya k bunda bunda, apakah nnt klw saya hamil lagi bs lahir dengan lancar karna riwaYAT PREKLAMSI saya terdahulu?
    mohon infonya ya bund……thx

    • fytrie says:

      Mba Eka,
      berdasarkan pengalamanku sendiri nih, anak pertama kena preklamsi di usia kehamilan 31minggu langsung sc dan dedenya akhirnya dipanggil Allah di umur 37hari krna memang paru2nya masih blm matang jd ya 37hari itu di NICU terus.
      4 bulan kemudian aku hamil lagi, pasti khawatir banget..trauma keulang kejadian yg sama. Alhamdulillah dengan cari banyak2 info ttg preklamsi dan mendatangi dok Yudith konsul tiap bulan dan akhirnya sampai melahirkan dibantu dok Yudith, Alhamdulillah semua normal dan sehat tidak preklamsi.
      kata dok Yudith, semua akan bisa ditangani insyaAllah kalau terdeteksi dari awal..itulah gunanya sedini mungkin memeriksakan diri bahkan sebelum hamil untuk persiapan kehamilan agar tidak terjadi Preklamsi.
      saran saya, mba eka terapkan pola hidup sehat dari makanan dan semua kegiatan, jadi klo dikasih hamil lagi sudah siap dan juga rajin2 konsultasi (sama dok Yudith hehe kok mengarahkan) ya.. karena aku ngalamin sendiri, intinya kita ikhtiar ya mba..semua kembali minta yg terbaik dr Allah.
      (fytrie.y@gmail.com)

  21. ibukitamartini says:

    Aaa~ makin mantep hatiku sama dr. Yudit jadinya. Tadinya aku di dr. Fachruddin RSB Duren Tiga, lalu pindah rumah & deketnya ke Sam Marie Basra. Ganti dokter deh ke dr. Yudit.

    Yaampun bedanya dr. Fach sama dr. Yudit bumi-langit banget, dr. Fach tu dieeem sekali. Kalo kita tanya, tanggepannya pasti becanda *jadi makin khawatir*. Beda sama dr. Yudit, pasti dijelasin. Udah gitu bisa WA-an lagi.❤

    Sekarang kehamilanku udah 34weeks, kakinya bengkak-bengkak😦. Saling mendoakan biar lancar sampai lahiran & bisa normal ya ibu-ibuuu :* :*

    • Lina says:

      di Hermina Bekasi daftar ni nomor tel 021-8842121 praktek senin, jam 15 sd 17, rabu jam 15 sd 20, jumat jam 15 sd 17, sabtu jam 15 sd 17, Di Cipto Kencana daftar ni 021- 500135 praktek dari senin sd jumat jam tidak tentu, Di Klinik Fetomaternal Jln Kimia Menteng tiap hari juga daftar 021- 31924404

  22. Icha says:

    Hi moms, setelah baca testimoni dr yudit jadi makin yakin nih 😊, fyi aku baru sekali kontrol ke dr yudit dan rencana mau lahiran sama beliau. Makasih ya info2 nya. Aku udh masuk week 36 dan bener ya dokternya ga nyuruh kontrol tiap minggu disuruh nya sebulan sekali dgn catatan kalau ada keluhan bisa langsung wa.
    Ada yg punya pengalaman lahiran di sam marie
    basuki rahmat? Mau info nya ya moms. Thanks

    • Fytrie says:

      Hi mom, aku lahiran d sam marie 23 jan 15 lalu.. Dan tentunya dg dok Yudith 👍😊 pokoknya tenang, dan alhamdulillah semua lancar..
      Aq lahiran d usia kandungan di 38,5 minggu
      Smoga mom jg diberikan segala kelancaran n kemudahan ya.. Aamiin

  23. Putri says:

    Dear moms,

    Assalamualaikum
    Bgs2 ya review.nya ttg.dr.yudith🙂
    Saya sdg hamil 14week dan indikasi plasenta previa total, sdh smpt flek jg fan rawat inap bbrp hari.
    Saya sdg cari dokter feto yg bgs, ada yg pny pengalaman plasenta previa dgn.dr.yudith?
    Mksh sblmnya…

    • Lina says:

      Buat Mba Putri, slam kenal saya tidak punya pengalaman plsenta previa tapi saya pasienya dokter Yudiatia dari hamil sampai melahirkan mei 2015. menurut saya beliau memang smart banget, tidak pernah menakut2ti pasienya segawat apapun kasus kita bliau selalu “bilang ga apa apa koq bu” itu yang bikin kita tenang, jadi Insha Allah semua masalah Feto bliau jago. Yang paling menyenangkan konsul bliau bisa lewat WA dan pasti bliau jawab wlo tengah malam sekalipun, bila ditelp langsung diangkat.
      Menurut saya jangan ragu untuk periksa dan melahirkan dengan dokter Yudit, orangnya cool, ramah n baiiiiik banget, waktu saya melahirkan saya sering denger cerita 2tentang hebatnya dokter yudit dari doktr jaga dan dari perawat2 di RS Hermina Bekasi

    • Lina says:

      Buat Mbak AYK salam kenal maaf nih nimbrung soalnya pengen ikut coment tentang dr. Yuditia Purwosunu, Sp.Og(K), P.Hd. saya ikutan dech jadi anggota FBY nya heeee

  24. Lina says:

    Buat Mba Putri, saya tidak punya pengalaman plsenta previa tapi saya pasienya dokter Yudiatia dari hamil sampai melahirkan mei 2015. menurut saya beliau memang smart banget, tidak pernah menakut2ti pasienya segawat apapun kasus kita bliau selalu “bilang ga apa apa koq bu” itu yang bikin kita tenang, jadi Insha Allah semua masalah Feto bliau jago. Yang paling menyenangkan konsul bliau bisa lewat WA dan pasti bliau jawab wlo tengah malam sekalipun, bila ditelp langsung diangkat

  25. verozcakery says:

    Bunda2 dsni ada yg kasusnya Torch seperti sy gak? Sy tgl 11 april 2016 kmrn abis kuret yg kedua x…sakit dan hancur rasanya..sbnrnya ini kehamilan sy yg ke 3…anak pertama sy sehat sekali malah jenius lbh tepatnya kt dokter dan test IQ…alhamdulillah..krn sy KB selama 5 th dan baru berncana kasih adik buat si kakak..sy lepas spiral dan tyta lgsg hamil dan janin sy keguguran usia 10 minggu dg vonis BO (blighted ovum/janin gak bekembang) sy rada trauma sbnrnya df proses kuret yg sy alami…serelah itu sy lgsg cari info penyebab keguguran sy..semua test yg lakukan dr TORCH lengkap, ACA, semua sampai Ddimer…dan semua negatif kecuali Torch nya dg indikator Igg pos dan igm neg…beberapa dokter sy kunjungi dan kebanyakan blg malah bagus jk igg pos jd ibu pny kekebalan thd virus itu…keguguran tgl 2014 akhirny sy pny keberanian utk hamil lg di tg 2016 awal sy promil 3 bulan dan lgsg hamil kembali…sy mengalami mual2 parah sama spt kehamilan yg pertama…selama sy kontrol kehamilan 7 minggu janin sy bagus berdenyut dan sesuai usia…alhamdulillah sy tenang…tyta pas sy kontrol bulanan usia kehamilan 11 minggu tiba2 dokter blg bhw janin sy berhenti berdenyut..dokter menanyakan apakah sy ada flek dan pendarahan…sm sekali itu semua gak sy rasakan..sampai keram2 pun jg tidak..makanya sy berharap kehamilan sy berhasil kali ini..dan tryta hrs di kuret kembali..tetap sy tny dokter sy soal hasil igg sy yg positif dia blg tdk masalah…tp sy baca di forum ibu hamil kebanyaka. Kasus spt sy dg igg yg pos dan igm neg…tetap sj pengaruh buruk ke bayi…maaf jika cerita sy panjang…tp sy ingin berbagi cerita sedih yg sy alami…mgkn ada info dokter feto yg pro masalah Torch ini…krn banyak dokter yg tdk aware masalah ini..terimakasih ya bunda..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s